$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Jakarta Makin Hancur, Telan Biaya Rp 10,2 miliar, Rumah Pompa Waduk Bojong Lenyap , Ini Jawaban Walikota Jakbar Yang Dulu Pernah Ribut Dengan Ahok

PATRIOTNKRI.COM -  Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, terkejut mendengar Rumah Pompa Waduk Bojong, yang kini tengah dibangun kemba...




PATRIOTNKRI.COM - Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi, terkejut mendengar Rumah Pompa Waduk Bojong, yang kini tengah dibangun kembali dengan biaya sekitar Rp 10,2 miliar dari APBD DKI Jakarta 2018 akan diserahkan kepada PT Bojong Permai, salah satu pengembang Perumahan Bojong Indah, yang notabene sudah dilaporkan bangkrut.

Lha, kok? Coba tanyakan juga ke Ka Suban (Kepala Suku Badan) KPAD (Kantor Pengelola Aset Daerah) tentang aset,” kata Rustam Effendi lewat percakapan WhatsApp dengan wartawan, Senin (22/10/18).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Jakarta Barat, Imron, menyatakan, prasarana dan sarana (Rumah Pompa Waduk Bojong) itu nantinya diserahkan kepada pengembang Perumahan Bojong Indah.

Menyikapi hal itu, Rustam Effendi mempertanyakan data yang mendasari Imron menyampaikan pernyataan soal penyerahan sarana dan prasarana Rumah Pompa Waduk Bojong kepada pihak pengembang.

Ya, tanya Pak Imron, dari mana datanya sampai dia bicara seperti itu,” kata mantan Walikota Jakarta Utara tersebut.

Rustam sendiri berpegang pada data Berita Acara Serah Terima (BAST) penyerahan aset dari PT Bojong Permai kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tertanggal 13 Agustus 2007.

Saya berpegang pada data (BAST) ini,” kata Rustam.

Ia mengaku mengetahui BAST tersebut dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Fredy Setiawan.

Yang ini (BAST), saya juga dapat dari AsEkbang. Dengan berita (BAST) ini, harusnya pertanyaan (soal aset) sudah terjawab,” kata Rustam.

Pada BAST tertanggal 13 Agustus 2007 itu, yang ditandatangani Ismail Sofyan (Direktur PT Bojong Permai) dan Sutiyoso (Gubernur DKI Jakarta), disebutkan soal penyerahan sarana pendidikan dan waduk di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada 19 Mei 2006.

Penyerahan itu dilakukan dari PT Bojong Permai kepada Pemprov DKI Jakarta.

Pasal 1 BAST itu menegaskan, PT Bojong Permai menyerahkan aset untuk dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa tanah dan bangunan, jalan, bangunan saluran, duiker, waduk, serta rumah pompa berikut mesinnya yang terletak di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Disebutkan pula, penyerahan aset itu telah dilengkapi dengan dokumen dan surat berupa BAP Nomor 8740/077.73 tertanggal 2 Agustus 2005, yang dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi DKI Jakarta.

Berdasarkan data BAST itu, Rustam Effendi meyakini, aset tersebut tentunya sudah menjadi milik Pemprov DKI Jakarta dan tercatat di Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta.

"Kalau sudah diserahkan, berarti sudah aset Pemda, dan pasti tercatat di BPAD (Provinsi). Dinas/Sudin sebagai Satuan/Unit Pengguna Aset tersebut,” katanya.

Jadi, lanjut Rustam, pemegang asetnya itu ada di Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta. Bukan di Walikota.

Suban KPAD itu adalah organiknya BPAD. Aset-aset seharusnya tercatat di badan ini. Suban KPAD itu organik BPAD, bukan Walikota. Dia memang berkantor di Walikota. Makanya, untuk menjawab itu, harus ditanyakan dulu ke user(Sudin SDA) dan pencatat aset (Suban KPAD),” jelasnya.

Ia pun menjelaskan, sebelum tahun 2016, fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) itu diserahkan pengembang kepada gubernur.

Barulah, lanjutnya, sejak 2016, pengembang menyerahkan fasum dan fasos itu langsung kepada walikota.

Kalau pada tahun 2006 sudah ada penyerahan dari pengembang kepada gubernur, ya sudah selesai dan dicatat oleh BPAD serta diserahkan fisiknya kepada SDA selaku pengguna aset. Jadi tidak perlu lagi ada penyerahan kepada Walikota,” tandas Rustam.

Mencuatnya perkara Rumah Pompa Waduk Bojong ini berawal dari lenyap”-nya aset tersebut, yang sudah dibangun pada tahun 2014 dengan menggunakan dana APBD DKI Jakarta sebesar Rp 11,48 miliar

Ternyata, Rumah Pompa Waduk Bojong untuk Pengembang

Akhirnya, misteri di balik pembangunan (kembali) Rumah Pompa Waduk Bojong di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, mulai terungkap.

Proyek bernilai Rp 10,2 miliar itu, yang didanai APBD DKI Jakarta tahun 2018 (dengan melenyapkan” dulu bangunan sebelumnya senilai Rp 11,48 miliar dari APBD tahun 2014), ternyata dilakukan semata-mata untuk kepentingan PT Bojong Permai, pengembang Perumahan Bojong Indah.

Hal itu terungkap melalui jejak digital” dari pernyataan Kepala Suku Dinas (Kasudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakbar, Imron, kepada wartawan di bulan Mei 2018.

Kala itu, Imron mengatakan, Sudin SDA Jakbar menyiapkan anggaran hingga Rp 36 miliar untuk pengadaan tiga pompa air baru di wilayah Wijayakusuma (Grogol Petamburan), Waduk Bojong Rawa Buaya, dan Kompleks KFT (Cengkareng).

Khusus soal Rumah Pompa Waduk Bojong, kala itu Imron menyatakan, aset tersebut memang sudah seharusnya direvitalisasi, dan akan diserahkan kepada pengembang di Perumahan Bojong Indah.

"Prasarana dan sarana itu nantinya diserahkan ke pengembangnya Perumahan Bojong Indah. Rumah pompanya sampai saat ini tidak kunjung diperbaiki. Kemudian kondisi di empat dari enam unit pompa yang telah terpasang di Waduk Bojong tak berfungsi. Kapasitas pompa nantinya ditingkatkan dua kali lipat dari semula 600 liter jadi 1.250 liter per detik,” kata Imron kepada wartawan, Jumat (18/5).

Menutupi Fakta 

Sementara, dalam jawaban tertulisnya tertanggal 28 September 2018, Imron terkesan menutupi fakta dari pernyataannya di bulan Mei 2018 tadi.

Memang, dalam jawaban tertulis itu, Imron pun menyatakan, pembangunan (kembali) Rumah Pompa Waduk Bojong dilakukan karena kondisi bangunan sarana pengendali banjir tersebut sudah tidak layak, sementara pompanya sendiri tidak mampu lagi beroperasi maksimal.

Padahal, lanjutnya, keberadaan Rumah Pompa Waduk Bojong memiliki peran strategis untuk mendukung kinerja pompa saluran PHB Bojong (di hilir).

"Maka upaya peningkatan kualitas pompa dan rumah pompa adalah suatu keharusan. Di samping itu permintaan masyarakat melalui surat Kepala Lurah Rawa Buaya, menurut kami perlu untuk ditindaklanjuti,” kata Imron dalam jawaban tertulisnya itu.

Misteri dari dua pernyataan Imron di dua kesempatan berbeda itu dinilai sebagai lelucon yang sangat menggelitik oleh Ketua LSM P5AB, Posma Sihite.

"Ini jelas lucu. Pasalnya, PT Bojong Permai sendiri, selaku pengembang Perumahan Bojong Indah, sudah menyerahkan rumah pompa berikut 6 unit mesin pompanya itu untuk dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” kata Posma.

Ia juga menyatakan keanehannya bila Imron sampai tidak tahu bahwa rumah pompa berikut 6 unit mesin pompanya itu telah diserahkan PT Bojong Permai kepada pihak Pemprov DKI Jakarta.

Kok tiba-tiba sekarang, setelah menghabiskan dana APBD DKI Jakarta hingga puluhan miliar rupiah, Imron mau menyerahkan lagi rumah pompa itu kepada PT Bojong Indah. Aneh ‘gak tuh?” kata Posma.

Aset Waduk Bojong

Berdasarkan data, Waduk Bojong yang berlokasi di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakbar, itu telah terdaftar sebagai aset milik Pemprov DKI Jakarta, dengan Nomor Barang 3.1.00.00.03.05.000.03.01.01.06 yang dikeluarkan Bagian Perlengkapan Setkodya Jakbar.

Hal itu terpampang dengan jelas dalam plang yang terdapat di depan Rumah Pompa Waduk Bojong.

Selain itu, berdasarkan Berita Acara Serah Terima (BAST), telah dilakukan penyerahan berupa sarana pendidikan dan waduk yang terletak di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dari PT Bojong Permai kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 19 Mei 2006.

Hal itu tertuang dalam BAST yang ditandatangani Ismail Sofyan (Direktur PT Bojong Permai) dan Sutiyoso (Gubernur DKI Jakarta) pada tanggal 13 Agustus 2007.

Dalam Pasal 1 BAST tersebut ditegaskan, pihak pertama (PT Bojong Permai) menyerahkan kepada pihak kedua (Pemprov DKI Jakarta) sebagaimana pihak kedua menerima untuk dimiliki dari pihak pertama tanah dan bangunan, jalan, bangunan saluran, duiker, waduk, rumah pompa dan pompa yang terletak di Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Nilai aset yang diserahkan selain rumah pompa + pompa itu disebutkan sebesar Rp 160.484.002.000,00.

Sementara untuk nilai rumah pompa berikut 6 unit mesin pompanya ditetapkan sebesar Rp 200.000.000,00.

Selanjutnya, penyerahan aset itu pun telah disertai dengan dokumen dan surat berupa BAP No. 8740/077.73 tanggal 2 Agustus 2005, dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi DKI Jakarta, yang dinyatakan sebagai bagian tidak terpisahkan dari BAST tadi

sumber: rmol.co


Name

Berita,1986,Beritan,1,Internasional,66,Nasional,1917,Opini,13,
ltr
item
PATRIOTNKRI.COM: Jakarta Makin Hancur, Telan Biaya Rp 10,2 miliar, Rumah Pompa Waduk Bojong Lenyap , Ini Jawaban Walikota Jakbar Yang Dulu Pernah Ribut Dengan Ahok
Jakarta Makin Hancur, Telan Biaya Rp 10,2 miliar, Rumah Pompa Waduk Bojong Lenyap , Ini Jawaban Walikota Jakbar Yang Dulu Pernah Ribut Dengan Ahok
https://3.bp.blogspot.com/-pKgfTIiUCok/W9AJ3ooPxCI/AAAAAAAAUoo/pi9vWtIzlUkQg6lgsUJS00m_0xhN0z9ywCLcBGAs/s640/b76db5c5-1701-454c-a039-2ab64edf2d46_169.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-pKgfTIiUCok/W9AJ3ooPxCI/AAAAAAAAUoo/pi9vWtIzlUkQg6lgsUJS00m_0xhN0z9ywCLcBGAs/s72-c/b76db5c5-1701-454c-a039-2ab64edf2d46_169.jpg
PATRIOTNKRI.COM
https://www.patriotnkri.com/2018/10/jakarta-makin-hancur-telan-biaya-rp-102.html
https://www.patriotnkri.com/
https://www.patriotnkri.com/
https://www.patriotnkri.com/2018/10/jakarta-makin-hancur-telan-biaya-rp-102.html
true
6823089953704148341
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy