$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Nasib Genk PESIMISTIS Makin Nestapa, Indonesia Malah Masuk Daftar 8 Negara Paling Tahan Krisis

PATRIOTNKRI.COM -  Hasil analisis Nomura Holdings Inc., yang menempatkan Indonesia dalam daftar delapan negara berkembang yang memiliki r...


PATRIOTNKRI.COM - Hasil analisis Nomura Holdings Inc., yang menempatkan Indonesia dalam daftar delapan negara berkembang yang memiliki risiko paling kecil terpapar krisis moneter, diyakini tak lepas dari kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Analisis perusahaan investasi yang berpusat di Jepang itu menarik, karena saat yang sama Indonesia sedang menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah.

”Kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi, dalam hal ini, tentu policy mix, yaitu kombinasi kebijakan moneter dan fiskal. Tetapi proyek infrastruktur tetap menjadi panglima. Semua pihak mengakui itu,” kata pakar ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta A. Tony Prasetiantono, dalam keterangannya yang diterima tribunnews.com, Selasa (11/9/2018).

Selain kebijakan Jokowi di ranah moneter dan fiskal, sambung Tony, ada dua faktor positif yang mendukung analisis Nomura. Pertama, banyaknya proyek infrastruktur strategis yang menjadi daya tarik investor asing untuk menanamkan modal ke Indonesia.

”Tidak hanya strategis, proyek-proyek infrastruktur tersebut menjadi daya tarik karena efisien dan daya saingnya meningkat drastis. Ini yang membuat investor asing terkesan,” ujarnya.

Kedua, kondisi sektor perbankan yang baik. Saat ini Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal perbankan berada di angka 22 persen. Hal itu menjadi garansi tidak akan terjadi krisis ekonomi yang berasal dari sektor perbankan, seperti terjadi pada krisis 1998.

”Bank masih bisa memberikan kredit (lending) dengan ekspansi 9 sampai 10 persen. Suatu hal yang tidak terjadi pada krisis 1998 lalu,” kata Tony.

Kendati Indonesia berisiko kecil terpapar krisis, dosen Fakultas Ekonomi UGM tersebut tetap berharap pemerintah bisa mengendalikan defisit transaksi berjalan (CAD) yang mencapai 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Caranya adalah dengan mengerem proyek-proyek berbasis impor atau menggunakan devisa negara.

”Pemerintah harus menginjak pedal rem. Proyek-proyek yang berbahan baku impor atau menggunakan devisa, harus dikendalikan. Lebih selektif. Defisit transaksi berjalan harus dikendalikan di bawah 3 persen terhadap PDB,” jelasnya.

Diungkap, Senin (10/9/2018) kemarin, Nomura Holding Inc. – perusahaan investasi dengan reputasi internasional – merilis laporan tentang risiko krisis nilai tukar mata uang di sejumlah negara berkembang. Kita tahu, mata uang di negara berkembang, termasuk Indonesia, saat ini sedang menghadapi tekanan.

Analisis Nomura didasarkan pada model peringatan awal krisis yang dinamakan Damocles. Model ini digunakan untuk mengidentifikasi krisis nilai tukar di 30 negara berkembang. Model tersebut memeriksa sejumlah faktor, termasuk cadangan devisa, tingkat utang, suku bunga, dan impor.

Damocles memprediksi dua pertiga dari 54 krisis nilai tukar di negara berkembang sejak tahun 1996 hingga 12 bulan ke depan. Dari situ muncul skor, dimulai dari 0 sampai 200. Jika skor sebuah negara lebih dari 100, dalam waktu 12 bulan ke depan akan berisiko mengalami krisis nilai tukar.

Dikutip dari Bloomberg (10/9/2018), lanjut Tony Nomura menyebut tujuh negara yang memperoleh nilai lebih dari 100, yaitu Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Pakistan, Mesir, Turki dan Ukraina. Sri Lanka memperoleh nilai tertinggi 175, sehingga dianggap paling berisiko terpapar krisis.

Sementara itu, ada delapan negara yang memiliki ketahanan (resilien) menghadapi kondisi krisis dan mendapatkan skor 0. Selain Indonesia, negara lain yang berisiko kecil terpapar krisis adalah Brasil, Bulgaria, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand.

Menurut Nomura, Indonesia dinilai cukup risilien. Dengan cadangan devisa 117 miliar dolar AS dan rendahnya rasio utang terhadap PDB, Indonesia masih cukup kuat untuk menahan pelemahan nilai tukar.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pembangunan Infrastruktur Membuat Indonesia Jadi Negara Tahan Krisis, http://www.tribunnews.com/bisnis/2018/09/12/pembangunan-infrastruktur-membuat-indonesia-jadi-negara-tahan-krisis.

Editor: Rachmat Hidayat


Name

Berita,1667,Beritan,1,Internasional,64,Nasional,1601,Opini,12,
ltr
item
PATRIOTNKRI.COM: Nasib Genk PESIMISTIS Makin Nestapa, Indonesia Malah Masuk Daftar 8 Negara Paling Tahan Krisis
Nasib Genk PESIMISTIS Makin Nestapa, Indonesia Malah Masuk Daftar 8 Negara Paling Tahan Krisis
https://3.bp.blogspot.com/-cAWfKtM8hFQ/W5nVIJkoCuI/AAAAAAAADjQ/6y81cSzzJ80DrIl0PXurV4BVMQNdSn-dQCLcBGAs/s640/Untitled.png
https://3.bp.blogspot.com/-cAWfKtM8hFQ/W5nVIJkoCuI/AAAAAAAADjQ/6y81cSzzJ80DrIl0PXurV4BVMQNdSn-dQCLcBGAs/s72-c/Untitled.png
PATRIOTNKRI.COM
https://www.patriotnkri.com/2018/09/nasib-genk-pesimistis-makin-nestapa.html
https://www.patriotnkri.com/
https://www.patriotnkri.com/
https://www.patriotnkri.com/2018/09/nasib-genk-pesimistis-makin-nestapa.html
true
6823089953704148341
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy