$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Bersua Bersama Pengungsi Afghan, Kabur Dari "Negara Bersyariat Islam" Terdampar di Trotoar Kalideres

PATRIOTNKRI.COM  - Matahari, Senin (4/4), menyengat. Sekelompok warga negara asing tampak berteduh di tenda darurat di trotoar di depan ...

https://akcdn.detik.net.id/visual/2018/04/04/11684810-b5c8-43ad-b4ad-707f5b22c06e_169.jpeg?w=650


PATRIOTNKRI.COM  -Matahari, Senin (4/4), menyengat. Sekelompok warga negara asing tampak berteduh di tenda darurat di trotoar di depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) DKI Jakarta di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Mayoritas pengungsi tersebut diketahui berasal dari Republik Islam Afghanistan (د افغانستان اسلامي جمهوریت‎) yang merupakan satu dari beberapa negara di dunia yang menjalankan Syariat Islam.

Hamitullah (28), warga Afghanistan, duduk bersila di tenda kecil beratap terpal dan kardus. Ia datang ke Indonesia karena lari dari Taliban. Empat tahun lalu, dia bahkan sempat ditangkap oleh kelompok Taliban.

"Saya pernah ditangkap oleh Taliban dan hampir dibunuh, tapi saya kabur dari mereka. Mereka menempatkan saya di sebuah ruangan, dan saya meloloskan diri melalui jendela," kata Hamitullah saat ditemui CNNIndonesia.com di lokasi.

Selepas insiden itu, Hamitullah langsung memutuskan bahwa ia dan ibunya harus meninggalkan negaranya demi keselamatan. Ayahnya sudah meninggal. Sementara, saudara laki-laki dan perempuannya sudah menikah dan tinggal bersama keluarganya masing-masing.

Ketika itu, ia meminta tolong pada seseorang untuk membawa dirinya dan ibu keluar dari Afghanistan. Orang itu kemudian membawa mereka ke Indonesia.

Hamitullah mengaku tidak memilih negara tertentu yang menjadi tempat tujuannya. Dia, yang sedang diselimuti ketakutan, hanya ingin segera keluar Afghanistan.

"Saya hanya ingin berada di tempat yang aman, tidak peduli dimana," ujarnya.

Hamitullah dan ibunya tiba di Indonesia pada 2014. Saat itu ia ditempatkan di Bogor. Dua bulan yang lalu, mereka dipindahkan ke Kalideres, Jakarta Barat dan menetap di trotoar.

Ia terpaksa tinggal di luar gedung karena Rudenim tak bisa lagi menampung.

Senada, Farid (26), warga Afghanistan, mengaku lari dari negaranya karena situasi yang tidak aman sekitar empat tahun lalu. Keluarganya memaksa dia untuk pergi meninggalkan Afghanistan menuju Indonesia. Kata orang tuanya, Indonesia adalah negara yang damai dan aman.

Namun, keluarganya hingga saat ini masih tinggal di Afghanistan. Farid, yang sudah empat bulan tinggal di Kalideres, hanya sesekali menghubungi keluarganya lewat telepon.

"Perang menyebabkan saya tidak bisa berada di sana. Saya datang ke sini sendiri. Ada keluarga saya di sana, ayah, ibu, satu adik perempuan dan satu adik laki-laki. Mereka juga tidak aman. Saya tidak tahu kenapa mereka tidak ikut saya ke Indonesia," katanya.

Lihat juga: Menkumham: Pencari Suaka Jadi Beban Pemerintah
Farid mengaku hidup sebagai pengungsi sangat sulit. Terlebih, ayahnya tidak memiliki pekerjaan dan dirinya sebagai pengungsi pun tidak diperbolehkan bekerja.

"Saya dipaksa untuk bertahan hidup, mengandalkan bantuan dari [kantor] Imigrasi dan orang lokal. Hidup terlalu sulit," katanya.

Farid dipercaya menjadi koordinator pembagian logistik bagi pengungsi di lokasi itu.

Menurutnya ada sekitar 300 orang pengungsi yang tinggal di pinggir jalan Kalideres. Sisanya, sekitar 30 orang tinggal di tenda-tenda di tanah lapang yang tak jauh dari Rudenim itu.

Warga-warga asing itu berasal dari berbagai negara, diantaranya Afghanistan dan Sudan.

Sumber: cnn Indonesia


Name

Berita,987,Beritan,1,Internasional,18,Nasional,964,Opini,9,
ltr
item
PATRIOTNKRI.COM: Bersua Bersama Pengungsi Afghan, Kabur Dari "Negara Bersyariat Islam" Terdampar di Trotoar Kalideres
Bersua Bersama Pengungsi Afghan, Kabur Dari "Negara Bersyariat Islam" Terdampar di Trotoar Kalideres
https://akcdn.detik.net.id/visual/2018/04/04/11684810-b5c8-43ad-b4ad-707f5b22c06e_169.jpeg?w=650
PATRIOTNKRI.COM
http://www.patriotnkri.com/2018/04/satu-jam-bersama-pengungi-afghan-kabur.html
http://www.patriotnkri.com/
http://www.patriotnkri.com/
http://www.patriotnkri.com/2018/04/satu-jam-bersama-pengungi-afghan-kabur.html
true
6823089953704148341
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy