$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home

Tobat Naaak Tobat, Dulu di DO Gegara Posting Berbau SARA, Kini Diciduk Polisi Karena...

PATRIOTNKRI.COM - Buat status menghina Islam dan seluruh ajarannya yang terkandung dalam Alquran, Tuah Aulia Fuadi dipecat dari kampusn...



PATRIOTNKRI.COM - Buat status menghina Islam dan seluruh ajarannya yang terkandung dalam Alquran, Tuah Aulia Fuadi dipecat dari kampusnya Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara pada Senin, 21 September 2015.

Hal ini dibenarkan oleh Rektor UIN Sumut Prof. Nur Ahmad Fadhil Lubis ketika dihubungi via seluler, Rabu (23/9/2015).

"Iya benar, dia sudah kita pulangkan kepada orang tuanya. Itu dilakukan setelah melalui prosedur, baru kita keluarkan SK (pemecatan)," katanya .


Aulia mengungkapkan pikirannya di dalam akun Facebook miliknya.

"Dahulu dizaman rasul, al QURAN itu hadir dalam wajah jelek (tampil di kulit kambeng) udah lah kepalanya botak (tak berbaris) beraroma busuk pula lg itu (yg pastinya bau bangkailah). Dahulu Alquran itu memang parah, kehadirannya primitif, beda dengan sekarang. Alquran yg sekarang sudah maju secara profresif. Ia tampil dlm wajah tampan. (di buku...." tulis Tuah Aulia dalam satu postingannya.

kini pemuda tersebut mendekam di penjara Polres Batubara, karena ditangkap 3 November lalu setelah dilaporkan memeras pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Batubara.

Jumat (3/11/2017), sekitar pukul 17.00 WIB, Tuah menghubungi Hasbi (PNS Pemkab Batubara) dan meminta uang sebesar Rp 5 juta, agar program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) dan sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) yang ditangani Hasbi, tidak diekspos dan diberitakan di akun Facebook ‘Petir Batubara’ dan ‘Pema Batubara’, dan tidak dilaporkan ke kejaksaan setempat.

“Karena takut akan dilaporkan, Hasbi merasa cemas dan takut, sehingga terjadilah negosiasi. Hasbi hanya sanggup menyediakan uang Rp2,5 juta.

Kemudian Hasbi menyuruh korban datang ke Cafe Water Park Banyuwangi, untuk menyerahkan uang,” beber Zulfikar.

Karena terus didesak, dengan berat hati Hasbi menyiapkan uang sebesar Rp2,5 juta.

Namun, Hasbi meminta perlindungan hukum dengan mengirimkan SMS ke Mapolres Batubara.

Dari SMS tersebut, Sat Intelkam Polres Batubara tiba di lokasi, yang langsung mengamankan Tuah berikut uang tunai yang baru saja dihitungnya.

Dari tangan Tuah, disita uang hasil pemerasan Rp2,5 juta, kartu tanda pengenal LSM Media Online Suara Demokrat.com, LSM Cakrawala Nusantara.co.id, LSM Indah Suara News, LSM Deko News 7, LSM Mata Telinga.com, dan kartu mahasiswa.

Tuah telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 368 KUHP, dengan ancaman paling lama 9 tahun penjara.

Sumber: tribunnews.com
Tuah Aulia Fuadi, eks mahasiswa pecatan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, yang pernah melakukan penghinaan terhadap Al-Quran kini kembali berurusan dengan aparat kepolisian. Pemuda 23 tahun itu ditangkap karena melakukan pemerasan terhadap Muhammad Taufik Hasbi (35), PNS Dinas Kabupaten Batubara/Kepala UPT, Dusun IV Desa Binjai Baru, Kecamatan Talawi, Batubara. Tuah Aulia Fuadi saat masih berstatus mahasiswa UIN. (ist) Informasi dihimpun, Tuah Aulia Fuadi diringkus personel Polres Batubara, Jumat (3/11/2017), di Cafe Water Park Banyuwangi, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Batubara. Modus pemerasan yang dilakukan oleh Tuah dengan mengancam akan melaporkan M Taufik Hasbi, terkait Program Pamsimas dan Sanimas yang tengah ditanganinya, ke kejaksaan. Bahkan, Tuah Aulia pun mengancam akan mempublikasikan ihwal program itu di akun sebuah Facebook dengan nama Petir Batubara. Tuah mengancam, jika M Taufik Hasbi tidak memberikan uang sejumlah Rp5 juta, dia akan melaporkan hal itu pemerintah pusat dan memberitakan hal tersebut di media cetak dan online lainnya. Muhammad Taufik Hasbi, mengaku bahwa program Dinas PU yang sedang dikerjakan semuanya sudah sesuai prosedur. Karena itu dia kemudian melaporkannya ke Polres Batubara. Atas saran petugas, M Taufik Hasbi kemudian kembali menghubungi Tuah Aulia dan hanya menyanggupi untuk membayar Rp2,5 juta. Tuah pun kemudian menyetujuinya dan berjanji bertemu di suatu tempat. Keduanya sepakat bertemu di Cafe Waterpark Banyuwangi. Setelah menerima uang itu, Tuah diringkus. Nah, saat menerima uang itu, personel kepolisian yang sudah mengintai langsung menangkap Tuah Aulia. “Yang bersangkutan diamankan atas laporan dari korbannya Mhd Taufik Hasbi,” ujar Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Zulfikar, Sabtu (11/4/2017). “Ancaman itu disampaikan pelaku sudah lama melalui sms. Pelaku meminta uang Rp5 juta kepada korban. Setelah negosiasi, korban hanya sanggup memberikan uang tunai Rp 2,5 juta. Nominal itu pun disepakati,” ungkap AKP Zulfikar. Selain barang bukti uang tunai, petugas juga menyita sejumlah barang lain, berupa satu unit ponsel Samsung lipat, satu unit notebook, kartu tanda mahasiswa atas nama Tuah Aulia Fuadi, KTP, dan lima kartu pers/LSM. Tuah kini meringkuk di Polres Batubara untuk menjalani pemeriksaan. Ini bukan tindak kriminal pertama yang dilakukan Tuah. Sebelumnya, Tuah dipecat dari Universitas Islam Negeri (IN) Sumatera Utara karena dianggap mempermalukan nama kampus setelah memposting kalimat yang menghina Nabi Muhammad di laman facebooknya. Selain itu, Tuah juga disebut telah melemparkan Al Quran pada masa perkenelan mahasiswa baru (Ospek) di kampusnya. (*/asp)

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/11/04/43983/dulu-hina-nabi-muhammad-sekarang-memeras-eks-mahasiswa-uin-ditangkap-polisi
Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom
uah Aulia Fuadi, eks mahasiswa pecatan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, yang pernah melakukan penghinaan terhadap Al-Quran kini kembali berurusan dengan aparat kepolisian. Pemuda 23 tahun itu ditangkap karena melakukan pemerasan terhadap Muhammad Taufik Hasbi (35), PNS Dinas Kabupaten Batubara/Kepala UPT, Dusun IV Desa Binjai Baru, Kecamatan Talawi, Batubara. Tuah Aulia Fuadi saat masih berstatus mahasiswa UIN. (ist) Informasi dihimpun, Tuah Aulia Fuadi diringkus personel Polres Batubara, Jumat (3/11/2017), di Cafe Water Park Banyuwangi, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Batubara. Modus pemerasan yang dilakukan oleh Tuah dengan mengancam akan melaporkan M Taufik Hasbi, terkait Program Pamsimas dan Sanimas yang tengah ditanganinya, ke kejaksaan. Bahkan, Tuah Aulia pun mengancam akan mempublikasikan ihwal program itu di akun sebuah Facebook dengan nama Petir Batubara. Tuah mengancam, jika M Taufik Hasbi tidak memberikan uang sejumlah Rp5 juta, dia akan melaporkan hal itu pemerintah pusat dan memberitakan hal tersebut di media cetak dan online lainnya. Muhammad Taufik Hasbi, mengaku bahwa program Dinas PU yang sedang dikerjakan semuanya sudah sesuai prosedur. Karena itu dia kemudian melaporkannya ke Polres Batubara. Atas saran petugas, M Taufik Hasbi kemudian kembali menghubungi Tuah Aulia dan hanya menyanggupi untuk membayar Rp2,5 juta. Tuah pun kemudian menyetujuinya dan berjanji bertemu di suatu tempat. Keduanya sepakat bertemu di Cafe Waterpark Banyuwangi. Setelah menerima uang itu, Tuah diringkus. Nah, saat menerima uang itu, personel kepolisian yang sudah mengintai langsung menangkap Tuah Aulia. “Yang bersangkutan diamankan atas laporan dari korbannya Mhd Taufik Hasbi,” ujar Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Zulfikar, Sabtu (11/4/2017). “Ancaman itu disampaikan pelaku sudah lama melalui sms. Pelaku meminta uang Rp5 juta kepada korban. Setelah negosiasi, korban hanya sanggup memberikan uang tunai Rp 2,5 juta. Nominal itu pun disepakati,” ungkap AKP Zulfikar. Selain barang bukti uang tunai, petugas juga menyita sejumlah barang lain, berupa satu unit ponsel Samsung lipat, satu unit notebook, kartu tanda mahasiswa atas nama Tuah Aulia Fuadi, KTP, dan lima kartu pers/LSM. Tuah kini meringkuk di Polres Batubara untuk menjalani pemeriksaan. Ini bukan tindak kriminal pertama yang dilakukan Tuah. Sebelumnya, Tuah dipecat dari Universitas Islam Negeri (IN) Sumatera Utara karena dianggap mempermalukan nama kampus setelah memposting kalimat yang menghina Nabi Muhammad di laman facebooknya. Selain itu, Tuah juga disebut telah melemparkan Al Quran pada masa perkenelan mahasiswa baru (Ospek) di kampusnya. (*/asp)

Sumber: http://news.metro24jam.com/read/2017/11/04/43983/dulu-hina-nabi-muhammad-sekarang-memeras-eks-mahasiswa-uin-ditangkap-polisi
Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom


Name

Berita,495,Beritan,1,Internasional,14,Nasional,476,Opini,6,
ltr
item
PATRIOTNKRI.COM: Tobat Naaak Tobat, Dulu di DO Gegara Posting Berbau SARA, Kini Diciduk Polisi Karena...
Tobat Naaak Tobat, Dulu di DO Gegara Posting Berbau SARA, Kini Diciduk Polisi Karena...
https://4.bp.blogspot.com/-abbJXbgD5zc/WgO1ModZ6FI/AAAAAAAACXc/uwWhJ71Kta842uj_5ynFHFZYhNaRcoqOwCLcBGAs/s640/surat-pemecatan-tua-aulia-fuadi-dari-uin-sumut_20150923_164906.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-abbJXbgD5zc/WgO1ModZ6FI/AAAAAAAACXc/uwWhJ71Kta842uj_5ynFHFZYhNaRcoqOwCLcBGAs/s72-c/surat-pemecatan-tua-aulia-fuadi-dari-uin-sumut_20150923_164906.jpg
PATRIOTNKRI.COM
http://www.patriotnkri.com/2017/11/tobat-naaak-tobat-dulu-di-do-gegara.html
http://www.patriotnkri.com/
http://www.patriotnkri.com/
http://www.patriotnkri.com/2017/11/tobat-naaak-tobat-dulu-di-do-gegara.html
true
6823089953704148341
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Selengkapnya Balas Cancel reply Hapus Oleh Beranda Halaman Postingan View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE CARI ALL POSTS Not found any post match with your request KEMBALI KE BERANDA Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy